Kediri, 6 Agustus 2009
Bangku-bangku yang berjajar rapi di depan pintu masuk IKCC di penuhi oleh remaja berseragam sekolah serta beberapa ibu-ibu yang menunggu dimulainya acara workshop kreasi kain sulam yang akan dibawakan oleh A.J Boesra seorang penulis buku teknik dasar menyulam untuk pemula serta beberapa buku tentang seni menyulam lainnya
Meskipun sangat jago untuk menyu;am, pada dasarnya A.J. Boesra adalah seorang apoteker, dan sampai saat ini masih menjalankan profesinya sebagai apoteker. Dia mengaku dia tidak memiliki basic menyulam. Hanya saja tahun 2004 dia diharuskan menulis buku menyulam. Dari situlah dia mulai belajar menyulam dan akhirnya melihat banyaknya ibu-ibu yang belajar menyulam A.J. Boesra kemudian membentuk kelompok Indonesia Menyulam. Selain di kalangan ibu-ibu, A.J Boesra juga memberikan pelatihan kepada anak-anak jalanan di Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa hasil kreasi dari kelompok Indonesia Menyulam tersebut tidak akan di ekspor keluar negeri. Apabila pasar luar negeri tertarik dengan hasil kreasi tersebut A.J Boesra menegaskan untuk datang langsung mengunjungi indonesia
“Menyulam itu tidak butuh bakat, yang penting ketekunan dan kita mau belajar. Karena disetiap kemauan pasti ada jalan” ungkapnya. Indonesia Menyulam sendiri berasal dari gabungan atau rangkaian dari beberapa teknik dasar dengan berbagai macam warna yang melambangkan keragaman budaya dan suku bangsa Indonesia
Untuk belajar menyulam tidak membutuhkan banyak biaya. Hanya perlu benang, jarum dan gunting. Serta dengan tangan bersih dan kering. Karena apabila tangan basah akan dapat menghambat jalannya benang saat digunakan serta menyebabkan kain mudah berjamur
Kegiatan menyulam juga dapat melatih keseimbangan kerja otak kanan dan kiri kita serta melatih kosentrasi dan daya focus
Dalam pengalamannya A.J. Boesra menemukan dua teknik baru yang bisa dipergukanan untuk meringankan kerja kita dalam menyuam. Yaitu menyulam tanpa pola yang akan membelenggu dan menghambat daya kreasi kita. Kedua, menyulam tanpa hoop atau sering dikenal dengan istilah midangan. Tanpa hoop kita akan lebih leluasa menyulam di berbagai tempat. Seperti di topi, kerudung bahkan sepatu “ yang penting dalam menyulam adalah kita harus tahu teknik dasarnya, setelah itu kita bisa berkreasi sesuka kita tanpa terkekang oleh pola “ Kata A.J. Boesra
Bukan hanya teori saja yang A.J. Boesra ajarkan, tetapi dia juga melakukan praktek langsung dengan membuat sulaman bungan Lili di atas tas clokatnya. A.J Boesra menunjukkan bagaimana kegiatan menyulam itu sangat menyenangkan dan dapat dilakukan kapan saja dimana saja.
Setelah praktek menyulam selesai dibuka forum Tanya jawab yang disambut antusias para pengunjung. Tak terasa akhirnya sampai di penghujung acara. Bagi yang belum merasa puas dengan workshop siang hari ini, bisa datang lagi hari kamis pukul 18.00 di IKCC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar